Assalamu'alaikum Wr.Wb.

selamat bergabung di blog kami, semoga enjoy dan bermanfaat.

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

selamat bergabung di blog kami, semoga enjoy dan bermanfaat.

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

selamat bergabung di blog kami, semoga enjoy dan bermanfaat.

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

selamat bergabung di blog kami, semoga enjoy dan bermanfaat.

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

selamat bergabung di blog kami, semoga enjoy dan bermanfaat.

Saturday, February 27, 2021

Peran perpustakaan pesantren dalam membangun literasi dikalangan santri

Pada hari Sabtu, 27 Februari 2020, Perpustakaan STAI Ma'hadAly Al Hikam Malang mengadakan webinar dengan tema "membangun negeri dengan literasi (peran dan kiprah perpustakaan dalam membangun literasi di Era Pandemi)". Sedangkan pemateri dalam acara webinar tersebut antara lain:

1. Dr. Karkono, S.S., M.A. (Pakar Literasi Media Nasional)

2. Moh. Safii S.Kom, M.Hum (Dosen Prodi iImu perpustakaan Universitas Negeri Malang)

3. Zaedun Na'im, M.Pd.I ( Kaprodi Manajemen Pendidikan Islam STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang)



Dalam kesempatan itu saya menyampaikan tema pembahasan sesuai judul diatas, beberapa hal yang saya sampaikan sebagaimana dibawah ini

Pentingnya Literasi?

Perkembangan suatu bangsa sangat ditentukan salah satunya sejauh mana penelitian memperoleh perhatian besar dari pemerintah dan masyarakat bangsa tersebut. Berbagai literatur menyebutkan bahwa tidak ada satu negara maju di dunia yang berhasil dalam pembangunan tanpa didukung oleh kegiatan penelitian. Melalui penelitian, maka segala masalah atau potensi yang ada selama proses pembangunan berlangsung dapat diketahui untuk selanjutnya diolah dan diambil kebijakan. ( Mudjia Raharjo, 2010)

Dari hasil penelitian tentunya diperlukan literasi atau menuangkan hasil penelitian dalam bentuk tulisan sehingga bisa diketahui oleh khalayak umum dan ini tentunya butuh skill dan pemahaman dalam hal tata tulis secara akademisi

Definisi, Peran dan tujuan perpustakaan

Definisi

Menurut UU Perpustakaan pada Bab I pasal 1 menyatakan Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan.

Peran

Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisir secara baik dan sisitematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di Lembaga pendidikan tempat perpustakaan tersebut berada

Tujuan Perpustakaan

Tujuan perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melalui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka: 
a. Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesinambungan; 
b. Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik; 
c. Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik;
 d. Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemampuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia; 
e. Dapat meningkatkan tarap kehidupan sehari hari dan lapangan pekerjaannya; 
f. Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa; 
g. Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.
Arti penting Perpustakaan bagi Pesantren
Merupakan aset berharga bagi pesantren karena sebagai jendela dunia dalam menimba ilmu pengetahuan
Pepustakaan menjadi tempat rujukan dalam pencarian literatur-literatur ilmu pengetahuan yang ingin dipelajari
Menjadi tempat santri untuk menemukan jawaban permasalahan ilmu pengetahuan melalui penggalian data secara mendalam dengan literatur-literatur yang ada di perpustakaan
Perpustakaan di pesantren menjadi mercusuar keilmuan pesantren
Menggiatkan literasi santri melalui pemanfaatan perpustakaan

Perpustakaan sebagai wadah bagi santri untuk pengembangan diri melalui literasi, sehingga perlu didorong dengan berbagai kegiatan, seperti:
-Diskusi ilmiah dengan sudut pandang berbagai displin keilmuan dan hasilnya didokumentasikan berupa artikel ilmiah
-Terjemah buku literatur Bahasa asing
-Pembuatan makalah di perpustakaan
-Resensi buku dan diuploud di web atau sosmed
-Membuat buku baik solo ataupun kolaborasi
-Riset litetarur berkenaan tema-tema tertentu
Dengan kegiatan-kegiatan tersebut akan mendorong santri untuk berpikir lebih logis dan sistematis, sehingga itu bisa menjadikan kerangka berpikirnya lebih maju untuk memasuki tantangan kehidupan berbangsa dan bisa mengembangkan literasi lebih baik lagi

Agar literasi bisa berjalan dengan baik dibutuhkan pengelolaan literasi atau manajemen literasi yang mengacu pada 4 fungsi manajemen, yakni:
-Perencanaan, bagaimana santri merencanakan apa yang akan menjadi bahan untuk ditulis
-Pengorganisasian, untuk mendukung kegiatan literasi butuh mengumpulkan referensi-referensi baik offline berupa cetak, seperti buku, kitab, dll maupun online, seperti jurnal online, dll
-Pelaksanaan, tahap yang harus dilakukan dalam menuangkan gagasan melalui tulisan secara bertahap dan konsisten
-Evaluasi, lakukan review atas apa yang sudah ditulis sehingga akan menguatkan isi dalam tulisan tersebut baik secara tata bahasa maupun kedalaman isi tulisan tersebut
Sehingga manajemen literasi dibutuhkan bagi santri agar bisa menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi pesantren khususnya dan bagi umat manusia

semoga bermanfaat











Tuesday, February 23, 2021

Perkuliahan Bersama Prof Imam Suprayogo

 

Hari Senin, 22 Februari 2021, beliau mengisi perkuliahan dengan mata kuliah analisi kebijakan, beberapa hal yang beilau sampaikan:

1. Ilmu itu ada 3 jenis, yakni alam, sosial, dan humaniora, sebagaimana bagan di bawah ini:



Penjelasan bagan diatas berkaitan dengan ilmu sosial:
a. Sosiologi mempelajari perilaku manusia yang timbul dari luar, seperti mempelajari organisasi, konflik, kompetisi, integrasi, dan lain sebagainya. Berbeda dengan psikologi yang mempelajari perilaku manusia dari dalam
b. Sejarah mempelajari perilaku manusia diakitkan dengan periodesasi atau dari masa ke masa
c. Antropologi mempelajari perilaku manusia diakitkan dengan budaya
d. Budaya mempelajari adat istiadat
2. Dari ilmu sosial lalu lahirlah beberapa ilmu , yakni:Pendidikan, Politik, hukum, dan lain sebagainya
3. Sehingga program studi manajemen pendiidkan Islam masuk kategori ilmu sosial
4. Dalam pengelolaan lembaga pendidikan nantinya akan muncul berbagai budaya
5. Ketika beliau memimpin STAIN Malang tahun 1997, maka beliau mempunyai gambaran ideal, seperti:
a. Konsep pendidikan
b. Bagaimana mewujudkan konsep
c. Kekuatan-kekuatan yang dimiliki, seperti SDM, sarpras, daya dukung, pendanaan, pendukung pendidikan islam siapa saja. Ternyata didukung oleh masyarakat sebagain yakni dari kalangan santri
d. Lembaga pendidikan islam seharusnya seperti apa?
6. Konsep pendidikan islam ditulis pada era tahun 50 an, yang berisi pendidikan Islam mencetak ulama’ yang intelek dan intelek yang ulama’. Ulama adalah orang yang memahami dan mengalamkan sumber-sumber agama, yakni al-Qur’an dan hadits
7. Menurut pandangan Mukti Ali, tidak pernah lahir ulama’ selain dari lembaga pesantren
8. Sedangkan intelek merupakan lahan atau ranah dicetak dari perguruan tinggi
9. Kemudian dari konsep pendidikan Islam tersebut, prof Imam menambahkan dengan kata professional
10. 4 kekuatan ulama’ yang intelek dan intelek yang ulama’, yakni:
a. Kedalaman spiritual
b. Keagungan akhlak
c. Keluasan ilmu
d. Kematangan professional
11. Jika hanya ilmu dan professional masih ada yang kurang, yakni kedalaman spiritual dan keagungan akhlak
12. Dalam membuat kebijakan, yang perlu diperhatikan adalah
a. Menyusun kebijakan
b. Mensosialisasikan. Mensosialisasikan ini juga tidak perkara mudah. Karena manusia itu terdiri dari 4 unsur:
1) Angin, lambang manusia tidak mau kelintasan atau didahului
2) Air, lambang manusia tidak mau direndahkan
3) Tanah, lambang manusia tidak mau tidak dianggap/dihargai
4) Api, lambang manusia tidak mau kalah
Dengan mengenal karakter manusia tersebut, maka dibutuhkan strategi yang tepat
13. Biasanya sebuah lembaga hancur, karena adanya perpecahan dakibatkan adanya kepentingan yakni mendapatkan sesuatu ( bersifat material). Hal itu berpengaruh kepada kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut. Sehingga jika memang ada seperti itu perlu diteliti apa dibalik permasalahan tersebut, dengan pendekatan fenomenologi
14. Trik ketika beliau menjadi rektor di UIn Malang, beliau menyampaikan bahwa kampus UIN ini milik pemerintah RI dan milik umat Islam yang terdiri dari berbagai organisasi, sehingga kalua punya bendera organisasi, silahkan bendera itu dibawa ke kampus secara terang terangan. hal itu karena kamous Islam terdiri dari NU, muhammadiyah, dan lain sebagainya. Namun untuk mensiasati agak tidak berat sebelah dengan organisasi tertentu di dalam kampus, prof imam melakukan upaya-upaya yang menyejukkan, seperti ketika ada muktamar NU atau Muhammadiyah, di Kampus di pasang spanduk selamat bermuktamar, jika NU ditambahi kalimat spiritualitas dan intelektualitas, namun jika muhammadiyah ditambahi kailmat, dakwah, sosial dan pendidikan. Sehingga dengan cara-cara yang tersebut tidak ada konflik antar organisasi islam di dalam kampus tersebut
15. Menurut pendapat mukti ali, bahwa kelemahan pendidikan di perguruan tinggi islam adalah:
    a. Metodologi
    b. Kemampuan Bahasa asing
16. Penyakit-penyakit di lembaga pendidikan Islam itu sangatlah kompleks jika diteliti, seperti kekuasaan atau ingin menguasai lembaga, dan lain sebagainya, yang istilah Bahasa pertanian di sebut Gulma. Para akedimisi bisa meneliti gulma di lembaga pendidikan islam apa saja, sehingga bisa menjadi temuan yang berharga dan bisa ditemukan solusinya
17. Hal yang unik di lembaga pendidikan Islam, seperti madrasah, walau sedikit siswanya namun tetap bisa eksis atau survive namun tidak bisa berkembang maju. Hal ini karena ada faktor riyadhoh (spiritual)
18. Manusia terdiri dari dua unsur, yakni jasmani dan ruhani. Sehingga untuk itu diperlukan dzikir atau ibadah lainnya







Monday, February 22, 2021

Anak (lk) Yang Dapat Dipercaya

Muhammad anak (lk) yang dapat dipercaya, dia takut kepada Allah SWT dan menjalankan perintah-Nya. Pada suatu hari saudara perempuannya yang benama Su'ad berucap kepada Muhammad, wahai saudara (lk) ku, bapak kita kan sedang keluar rumah, mari kita buka almari makanan kemudian kita makan makanan yang lezat yang ada di dalamnya, karena bapak kita tidak melihat  apa yang kita perbuat

kemudian Muhammad menjawab ucapan dari saudarinya, memang benar wahai suadariku, bapak kita tidak melihat apa yang kita perbuat, akan tetapi ada yang mengetahuinya, yakni Allah SWT yang sungguh melihat apa yang kita perbuat

Takutlah saudariku atas perbuatan yang jelek ini, karena sesungguhnya jika engkau mengambil sesuatu tanpa ridha dari bapak, maka sesungguhnya Allah membencimu dan akan menyiksamu

Takutlah wahai saudariku Su'ad, dan malulah atas niat jelek kamu, kemudian Su'ad berkata, benar ucapanmu wahai suudaraku Muhammad dan saya bersyukur sekali atas nasehat yang baik ini.

terjemah dari الاخلق للبنين hlm 7

واالله اعلم بالصّواب

Sunday, February 21, 2021

Webinar HM MPI STAIMA Al-Hikam Malang

Pada hari Ahad, 21 Februari 2021, himpunan mahasiswa Prodi MPI yang bekerjasama dengan PC.IPPNU Kab. Malang mengadakan acara webinar nasional  yang bertajuk  'dilema rebahan dan dilema daring bagi kalangan millenal di era pandemi. Pada acara tersebut di isi oleh 3 pemateri, yaitu:
1. Dr. Wahyudi Widodo, M.BA, M.Pd.I
2. Dr. Noer Rohmah, M.Pd.I
3. Nuriyatul Hidayah, S.Pd.I
Sebelum penyampaian materi oleh Nara sumber, di awali dengan opening speech oleh saya sendiri, selaku kaprodi MPI, beberapa point penting yang disampaikan:
A. Ucapan apresiasi kepada  seluruh pengurus HM MPI dan panitia atas terselenggaranya acara webinar ini
B. Tema ini menunjukkan bentuk keluh kesah atau fenomena dalam kondisi era pandemi bagi kalangan millenal, dan ini bisa menjadi ruang bagi mahasiswa untuk dilakukan penelitian, baik secara kualitatif dengan penggalian data permasalahan secara mendalam maupun secara kuantitatif dengan adanya sebab akibat yang diawali oleh hipotesa penelitian. Sehingga hal itu akan menjadi sebuah temuan dan khazanah keilmuan bagi mahasiswa
C. Sebagai bentuk luaran atau produk dari acara webinar ini saya mengadakan kegiatan nulis bersama dengan melibatkan semua mahasiswa STAIMA Al Hikam yang tertarik untuk bergabung menulis. Dan hasil tulisan tersebut nantinya akan saya terbitkan menjadi sebuah buku, sehingga bisa menambah referensi bacaan bagi kalangan akademik
D. Semoga materi yang disampaikan oleh Nara sumber menjadi pencerah bagi kalangan millenal terutama para mahasiswa dalam menyikapi kondisi pandemi yang dituntut juga untuk tetap menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa, yakni mengikuti perkuliahan secara daring
E. Semoga kegiatan webinar ini bisa bermanfaat bagi kita semua, amiin

kata bijak prof Mudjia

"Kebenaran ialah produk dari berpikir logis yang di dalamnya ada kesalahan yang telah dibetulkan " 

Saturday, February 20, 2021

komunitas Nulis Bersama

Komunitas ini bagian dari ikhtiar kami agar bisa mengajak para akademisi, baik dosen, mahasiswa maupun lainnya agar bisa berkarya dalam bentuk buku khususnya yang bisa dilakukan secara bersama sama, sehingga bisa sebagai wadah aspirasi dan ide atau gagasan perihal permasalahan kekinian atau pengalaman-pengalaman pribadi yang dikaitkan dengan keilmuan tertentu.

Dengan hadirnya komunitas ini bisa lebih menggugah semangat bagi akademisi pendidikan dalam berliterasi yang terdokumentasikan dalam sebuah karya buku sehingga bisa dinikmati oleh para pembaca sebagai khazanah ilmu pengetahuan. semoga kominitas ini bisa bermanfaat bagi semuanya dan mohon dukungan dari para pembaca semuanya

Malang, 20 Februari 2020





Friday, February 19, 2021

Kata bijak Prof Mudjia

 

Saya suka mengutip pendapat Sachs (2000) bahwa agar bangsa bisa maju salah satu syaratnya melakukan serangkaian kegiatan ilmiah.  Metodologi penelitian (Metpen) adalah ilmu untuk kegiatan tersebut, tanpa metpen tidak mungkin orang bisa melakukan penelitian dengan baik yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan

Ilmuwan sejati, Bukan hanya doktor. Sebab banyak sekarang doktor gak bermutu sama sekali. Karena proses belajar yang tidak baik dan banyak pula yang beli ijazah, Itu sejatinya para perusak ilmu. Jika terjadi di lembaga pendidikan Islam. Mereka sebenarnya justru penghancur Islam.

Intinya kalau kuliah S3 ya cari ilmu, bukan gelar.  Kalau gelar mudah sekali kok.  Ada lho yang nawari Rp 15 juta dapat gelar doktor. Wisuda di taman mini atau di tempat-tempat hiburan. Bukan itu esensi pendidikan doktor.  Ya harus serius, gelar dan prestis akan mengikutinya.