Hari Senin, 22 Februari 2021, beliau mengisi perkuliahan dengan mata kuliah analisi kebijakan, beberapa hal yang beilau sampaikan:
1. Ilmu itu ada 3 jenis, yakni alam, sosial, dan humaniora, sebagaimana bagan di bawah ini:
Blog ini berisi tulisan baik berupa fiksi maupun nonfiksi, semoga bermanfaat bagi pembaca
selamat bergabung di blog kami, semoga enjoy dan bermanfaat.
selamat bergabung di blog kami, semoga enjoy dan bermanfaat.
selamat bergabung di blog kami, semoga enjoy dan bermanfaat.
selamat bergabung di blog kami, semoga enjoy dan bermanfaat.
selamat bergabung di blog kami, semoga enjoy dan bermanfaat.
Hari Senin, 22 Februari 2021, beliau mengisi perkuliahan dengan mata kuliah analisi kebijakan, beberapa hal yang beilau sampaikan:
1. Ilmu itu ada 3 jenis, yakni alam, sosial, dan humaniora, sebagaimana bagan di bawah ini:
Perkuliahan pada
hari Senin 15 Februari 2020, ada beberapa point penting yang beliau sampaikan:
1.
Prof imam bisa memimpin UIN Maulana Malik
Ibrahim Malang bukan berarti tidak memiliki modal, beliau bermodalkan segudang pengalaman,
itu beliau alami ketika tahun 1975-1996 atau beliau hampir 20 tahun beliau mengajar
dan mengelola Univ Muhammadiyah Malang sebagai sebagai rektor dan ini bukan
waktu yang pendek
2.
Selain itu
pula beliau memiliki pengalaman, yakni pernah menjadi asisten KH Abdurrahman Wahid
atau sering dipanggil Gusdur bagian juru ketik (mengetik hal-hal yang
disampaikan oleh Gusdur dan butuh terdokumentasikan berupa tulisan). Permulaan beliau
bisa kenal akrab dengan Gusdur Ketika waktu itu Gusdur ingin melanjutkan
program doctoral (S3) ke IAIN Sunan Ampel atau sekarang menjadi UIN Surabaya,
namun Gusdur ditolak atau tidak diterima disebabkan tidak bisa melampirkan
ijazah S2 nya entah terselip di mana tidak diketahui. Kemudian berita ini tersiar
oleh prof imam, sehingga prof imam dan kolega dari kampus Univ Muhammadiyah Malang
bersilaturhmi ke ndalemnya Gusdur, perihal ditolaknya Gusdur untuk melanjutkan
S3 di UINSA. Kemudian prof imam menawarkan kepada gusdur untuk melanjutkan S3
di Univ Muhammadiyah Malang namun bukan sebagai mahasiswa akan tetapi sebagai
dosennya
3. Prof Imam Bersama prof Malik mengelola
Universitas Muhammadiyah Malang hingga universitas ini Nampak menjadi besar pada
saat ini
4.
Beliau menceritakan,
bawah ada sebuah Lembaga Pendidikan di Bagdad tahun 1112 H yang bernama al-jamiah
al-muntasariah yang terletak di pinggir sungai ifrad, sebuah Lembaga Pendidikan
yang model pembelajarannya bukan dari buku ke buku namun lebih menekankan pada
pengalaman atau melakukan. Ini atas dasar sebuah pernyataan bahwa orang merasa lebih
mengena jika dia mengalami sehingga dia mengetahui secara nyata bukan hanya sekedar
dikasih tahu melalui buku buku
5. Diawal kepemimpinan beliau di STAIN Malang pada tahun 1997 dan beliau sebenarnya sudah
memiliki mmpi akan mengusulkan STAIN menjadi universitas pada tahun 1997. Namun
usulan beliau ditolak karena bersamaan itu juga STAIN Jakarta mengajukan usulan
menjadi universitas. Karena ditolak pengusulannya, kemudian beliau pergi ke Sudan
untuk menjalin Kerjasama dengan pemerintah Sudan. Dan bertepatan tahun 2002
STAIN berubah menjadi Universitas Islam Indonesia Sudan.
Bertepatan pada tahun 2002 ini pula STAIN Jakarta diresmikan menjadi Uin Jakarta.
Perubahan STAIN malang menjadi Universitas Islam Indonesia Sudan ternyata
dipersoalkan, karena perubahan ini ditolak oleh kementerian agama pusat,
sehingga harus ada pencabutan nama dengan syarat mengundang utusan dari sudan
dan pusat Jakarta, sehingga karena tidak bisa memenuhi persyaratan tersebut,
pada akhirnya penamaan kampus yang sebelumnya dirubah Universitas Islam Indonesia
Sudan menjadi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan ini diterima
6.
Itu merupakan sebuah perjuangan yang luar
biasa, karena jika dilihat dari urutan berdirinya kampus, maka kampus UIN
malang sebenarnya adalah cabang dari UIN Surabaya, uin surabaya lebih muda dari
Uin Jakarta dan uin Jakarta lebih muda dari Uin Jogjakarta. Sehingga ini
menunjukkan secara uurutan berdirinya uin Malang walaupun lebih muda bisa
mencapai pengembangan cepat dan luar biasa dibanding dengan lainnya
7. Pengembangan Pendidikan di
UIN malang juga tidak lepas dari pengembaraan beliau ke beberapa negara dalam
mengkaji model-model Pendidikan di sana, sehingga hasil observasi tersebut bisa
formulasikan dan diapdopsi di UIN Malang. Seperti beliau Ketika mengunjungi di Baghdad
tahun 1992 atau 1 tahun setelah perang teluk. Beliau melakukan observasi di
sana dan menemukan suatu kesimpulan bahwa Baghdad merupakan peradaban unggul bagi
umat Islam dengan berbagai khazanah keilmuan yang berkembang di sana
8. Jika kita menengok ke dalam
perkembangan Pendidikan sekolah di negara ini, maka akan banyak hal yang belum
memuaskan jika dikaitkan kompetensi lulusan dari hasil Pendidikan di negeri. Bandingkan
saja di Harvard university misalkan, di sana Ketika masuk harus kampus tersebut
harus mencapai 630 nilai toeflnya sebagai syaratanya, sehingga agar lulus dan
bisa target capaain tersebut, maka dirumuskan belajar setiap hari (5 jam dalam
sehari) dan harus diasramakan. Sehingga mereka benar-benar fokus dan memiliki
target capaian yang jelas
9. Jika mengamati perkembangan kualitas anak didik misal saja
mahasiswa di Uin kadangkala untuk hal baca membaca al-Qur’an saja masih belum
lancar dan ini kadang berbanding terbalik dengan anak madrasah, dimana ada anak
di suatu daerah Wajak misalnya walau masih kelas 5 MI sudah lancar baca al-Qur’annya
dan ditambah bisa menterjemahkan, sehingga ini menjadi suatu kemirisan bagi
pengelola Lembaga Pendidikan perguruan tinggi. Sehingga bisa menjadi guyonan mahasiswa
perguruan tinggi Islam disebut siswa dan siswa madrasah bisa dipanggil
mahasiswa. Oleh karenanya sistem Pendidikan yang melahirkan mahasiswa unggul ini
harus benar-benar di kawal dan diterapkan dengan konsisten
Kamis 8 Februari 2021, kami diajar oleh beliau pada mata
kuliah METODOLOGI PENELITIAN
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM, ada beberapa
point penting dijelaskan dalam pengantar perkuliahan secara detail dan gamblang,
yang penulis klasifikasikan menjadi beberapa pokok bahasan, sebagai berikut:
DEFINISI METODOlOGI PENELITIAN
a. Metode artinya cara, dan
logy artinya ilmu, sehingga berarti ilmu cara
b. Research atau di dalam
bahasa Indonesia dikatakan riset dimaknai beragam, seperti penelitian,
penyelidikan, kajian dan studi, sehingga menimbulkan beberapa perbedaan
pendapat
c.Namun secara pandangan barat
atau ilmiah bahwa arti per kata dari research, re berarti kembali, dan search
berarti mengumpulkan sehingga berrati mengumpulkan kembali
a.
Kajian itu luarannya adalah
hasanah
b.
Riset itu luarannya adalah
ilmu
SEJARAH ILMU PENGETAHUAN DAN
DINAMIKANYA
a. Ruang lingup garapan manajemen Pendidikan islam adalah sosial multidispliner
b. MPI merupakan sebuah ilmu multi disipliner, karena mencakup,
manajemen, Pendidikan, dan islam
c. MPI merupakan sebuah ilmu abstrak walaupun objeknya gejala yang
konkret (jelas)
d. Bicara sejarah munculnya sebuah ilmu pengetahuan, itu diawali
oleh orang mesir yang memanfaatkan sungai Nil sebagai objek riset dimana ketika
terjadi pasang surut sungai Nil di dilakukan penelitian sehingga melahirkan ilmu
aritmatik (pencatatan). Kemudian lahir pula ilmu almanak (penanggalan). Selanjutnya
berkembang mereka mulai bisa menguasa ilmu menghitung, sehingga bisa membuat bangunan
fenomenal yakni piramida
e. Namun walaupun capaian orang mesir melalui hasil temuan ilmu
pengetahuan luar biasa, namun karena tidak tersistematika, sehingga kerangka
dasar teori mereka diambil oleh orang Yunani. Sehingga dalam hal ini orang mesir
menjadi inspirasi orang Yunani dalam pengembangan ilmu pengetahuan, dan kemudian
bisa merambah hingga ke irak dan china
f. Yunani menjadi pusat ilmu modern, karena merenungkan
dengan serius fenomena dalam perkembangan ilmu pengetahuan
g. Tidak dapat dipungkiri
bahwa sebenarnya umat Islam banyak yang menguasai pengetahuan ,walaupun
itu bisa menjadi suatu khazanah keilmuan namun tidak metodologis atau
tersistematis, sehingga pada akhirnya menjadi kelemahan bagi umat Islam
h. Yang perlu dilakukan umat islam adalah seharusnya berpikir
kritis, anilysis dan tidak dogmatis
i.
Islam memiliki peradaban
yang luar biasa, semestinya harus dikembangkan ilmu pengetahuan
j. Bicara perkembangan
khazanah keilmuan di Indonesia sebenarnya berkembang pesat, namun ketika mulai
masuknya penjajah di negeri ini dan melihat potensi besar umat Islam akan
perkembangan keilmuan islam, sehingga penjajah melakukan upaya penggembosan
dengan cara mengkotak-kotak ruang lingkup dari keilmuan pendidikan, seperti
pesantren hanya fokus ngurusi ngaji, sekolah hanya ngurusi pendidikannya saja,
dan lain sebagainya
KONSEP DASAR ILMU PENGETAHUAN DAN KERANGKA BERPIKIR
BERBAGAI CORAK PEMIKIRAN PARA TOKOH
1.
Sesuatu dikatakan sebuah
pengetahuan, jika mengacu kepada 3 aspek, yakni ontologi (objek), epistimologi
(cara), exiologi (manfaat)
2.
Corak pemikiran yang muncul
dari penggalian pengetahuan melahirkan 3 macam, yakni
a. Akal, ini dicetuskan oleh Socrates. Menurutnya dengan mengandalkan
akal suatu pengetahuan bisa diperoleh, sehingga aliran ini dinamakan
Rasionalisme (nalar). Kemudian pemikiran Socrates itu dilanjutkan oleh generasi
selanjutnya yakni, Descartes yang menurut pendangannya akal adalah pusat
pengetahuan manusia. Dengan nalar sehingga melahirkan yang namanya a priori (
kebenaran tidak dibuktikan secara fisik)
b. Inderawi, ini dicetuskan oleh Aristoteles. Walaupun sebenarnya
dia adalah murid dari Plato yang lebih mengedepankan nalar, namun Aristotels
ini berbeda. Dia berpendapat bahwa pengetahuan harus dibuktikan dengan indera
sehingga melahirkan suatu pengalaman. Dan aliran ini dinamakan empirisme
c. Perpaduan nalar dan pengalaman, dimana pencetusnya adalah
Imanuel Khan, menurutnya untuk kebenaran pengetahuan perlu di nalar dan
dibuktikan melalui pengalaman inderawi. Aliran ini melahirkan yang namanya
corak positivisme sebagai cikal bakal berpikir ilmiah / scientific science
3.
Sehingga corak pemikiran antara
timur dengan barat berbeda karena dipengaruhi oleh aliran yang dianut, sehingga
di Timur mengandalkan inderawi untuk memperoleh pengetahuan, sedangkan di Barat
mengandalkan akal sebagai cara memperoleh pengetahuan.
HA HAKIKAT ILMIAH
a. Dikatakan ilmiah itu jika memenuhi syarat logis dan empirik
b. Aliran Positivisme kemudian dikembangkan oleh August Comte. Dia berpendapat
bahwa semua yang terjadi di alam semesta ini merupakan ada hubungan sebab akibat. Sehingga corak ini dinamakan metode kuantitatif dan dilandasi oleh statistic
atau aritmatik
c. Sedangkan dari interpretative
yang mengkaji fenomena-fenomena secara holistik sehingga dinamakan metode
kualitatif
d. Menurut pandangan kualitatif bahwa yang tampak belum tentu
realitas sesungguhnya, sebaliknya pandangan positivism atau kuantitatif yang
tampak yang realitas sesungguhnya
e. Jika dikaitkan kajian bidang agama, maka yang diperlukan adalah
akal, indera dan hati
f. Walaupun secara hakikatnya
orang dengan beragama adalah lahirnya dari sebuah keyakinan, namun ada juga
anggapan dari sebuah keraguan, sebagai contoh; nabi Ibrahim memiliki keinginan
kuat untuk mengetahui keberadaan Tuhan, sehingga bisa pahami Nabi Ibrahim
beragama juga diawali dengan suatu keraguan
g. Kemudian dalam metode kualitatif berkembang adakalanya memiliki
objek lapangan dan pustaka
h. Dalam mencari kebenaran jika dihubungkan dengan pendekatan, maka
memunculkan hasil bermacam macam, seperti
1) Inderawi - konkrit
2) Filosofis – spekulatif
3) Agama – mutlak
i. Tercapainya derajat ilmiah
itu melalui metode penelitian. Dan derajatnya tataran ilmiah sama dengan
khazanah (luaran dari kajian agama)
Pada hari Senin, 8 Januari 2021,
kami diajar oleh beliau pada mata kuliah MANAJEMEN SDM PENDIDIKAN ISLAM jenjang
doktoral program studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
via zoom. Ini merupakan pertemuan kedua pada mata kuliah ini. Beliau memberikan
arahan terkait penulisan makalah dan disertasi, sebagai berikut:
1. 1.Di dalam pembuatan makalah pada
latar belakang masalah harus dipaparkan riset gap atau state of the art
overview penelitian terdahulu yang bisa diambil dari beberapa literatur jurnal
yang mirip dengan topik yang dibahas yang kemudian disentiseskan dan penulis tambahkan
pula alasan yang kuat akan ketertarikan membahas judul makalah tersebut, sehingga
dari latar belakang ini sudah nampak jelas perlunya diangkat judul makalah tersebut.
Dengan demikian makalah tersebut memang layak untuk dibahas dan dari latar
belakang ini nanti pembaca juga akan tertarik bagaimana runtutan makalah ini
sehingga nilai novelty (kebaruan) dari makalah ini di tunggu di bagian akhir hasil
pembahasan makalah tersebut
2. 2. Jika dikaitkan dengan mata
kuliah manajemen SDM pendidikan Islam, maka nilai novelty ( kebaruan) dari
sebuah paper adalah konsep Islam dalam pembahasan topik-topik berkenaan dengan
manajemen SDM. Dikatakan demikian karena secara teori berkenaan dengan
pembahasan manajemen SDM, kebanyakan litaratur-literatur yang ditemukan adalah
konsep-konsep dari Barat dan masih minim kajian literatur dalam perspektif
Islam (al-Qur’an dan Hadits), sehingga jika ditemukan konsep manajemen SDM
dalam perspektif Islam secara komprehensif, maka itu bisa dikatakan sebuah
novelty (kebaruan)
3. 3. Sedangkan jika bicara tugas
akhir program doctoral, yakni penyelesaian disertasi, maka dalam pembuatan
disertasi tidak harus multisitus, boleh satu situs namun secara detail dan
mendalam. Karena terdapat kesalahan mahasiswa program doktoral ketika
mengangkat disertasi menggunakan multisitus namun data-data yang dimunculkan
tidak secara detail, hal ini pula yang diutarakan oleh Prof sani ketika menguji
mahasiwa ujian doktoral dimana ketika ditanya temuan data-data di lapangan
tidak bisa menjelaskan secara detail. Dan celakanya hasil dari penelitian
tersebut yang tidak lengkap data temuan di lapangan namun diambil kesimpulan menjadikan
sebuah model dari hasil penelitian tersebut. Sehingga hal tersebut sangat tidak
tepat dan layak untuk dilengkapi terlebih dahulu secara komprehensif sebelum
menarik sebuah kesimpulan.
4. 4. Contoh saja ketika mengangkat
judul disertasi diri satu situs, dengan judul Islamic Human Capital Resource di
UIN Malang. Data-data yang berkenaan dengan judul tersebut digali lebih dalam dan
komprehensif, sehingga menghasilkan kesimpulan yang valid. Kemudian Hasil disertasi
ini dikembangkan lagi dengan topik bahasan yang sama oleh mahasiswa dotoral lainnya
misal di lakukan penelitian di UB, dan seterusnya. Sehingga dari hasil disertasi
dari beberapa tempat penelitian tersebut, maka itu bisa menjadi sebuah teori
Pada hari Senin, 8 Fabruari
2021, kami diajar oleh Prof. Imam Suprayogo dengan mata kuliah analisis
kebijakan pendididikan Islam pada jenjang doktoral program studi manajemen
pendidikan Islam. sebagai pengantar perkuliahan beliau memberikan beberapa
arahan atau bahasan sebagai berikut:
1. Kuliah jenjang doktoral pada intinya adalah penyelesaian
disertasi, didalamnya mencakup 3 hal, yakni:
2. Jika ingin mengangkat judul disertasi berkenaan dengan pesantren
sangat kompleks, hal ini bisa didapati problem-problem
di dalamnya, seperti sustabilitas pesantren dalam penyelenggaraan pesantren artinya
sektor penunjang ekonomi dalam keberlangsungan pesantren jika tidak memiliki
sebuah sektor pendapatan dan hanya mengandalkan dari pembayaran santri, ini sangat
mengkuatirkan dalam survivor pesantren, sehingga perlu adanya terobosan terobosan
inovasi pengembangan pesantren seperti ada sumber ekonomi, dan lain sebagainya
3. Selain itu juga bisa mengangkat judul berkenaan dengan keberadaan
Yayasan pada sebuah Lembaga Pendidikan. Yang secara teori keberadaan Yayasan semestinya
adalah menghidupkan sebuah Lembaga Pendidikan sekolah, misalnya. Namun pada
realitanya keberadaan Yayasan hanya sebagai pelengkap karena secara kinerja
tidak memiliki peran yang signifikan disebabkan keterbatasan dana misalnya, dan
lain sebagainya namun orang-orang yang berada di Yayasan ingin tetap dihargai
dan dihormati oleh pengelola lembaga pendidikan. Dalam banyak kasus, banyak konflik Yayasan
dengan pengelola Lembaga Pendidikan sehingga mengakibatkan Lembaga tersebut
merosot dan bahkan tutup
4. Proses sebuah pengetahuan menjadi sebuah ilmu itu jika diilustrasikan
sebagai berikut:
5. Perihal pengelola Lembaga tidak
jarang kesulitan dalam pengembangan Lembaga yang dikelola bahkan redup, ini
bisa menjadi renungan dari apa yang diperintahkan Allah di dalam al-Qur’an, bisa
diilustrasikan sebagai berikut:
Ilustrasi diatas artinya yang paling dasar perintah Allah untuk manusia adalah qira’ah, sehingga pengelola lembaga harus banyak membaca literatur-literatur berkenaan dengan pengelolaan Lembaga Pendidikan, dilanjutkan dengan adanya suatu kesadaran akan pentingnya mengembangkan Lembaga Pendidikan, sehingga hal itu diperlukan sebuah kebangkitan untuk mencapainya itu dan sebelum pada tahap berjuang harus dilandasi dengan hati yang bersih atau ikhlas, tahap selanjutnya berjuang dengan sekuat tenaga bukan untuk dirinya sendiri namun mengharap ridho Allah SWT, dan untuk menggapai ridho Allah terlebih dahulu harus disertai dengan selalu mengagungkan nama Allah SWT dan bersabar
6. Bicara
tentang manajemen sumber daya manusia di Lembaga Pendidikan, sebenarnya yang
menjadi fokus kajian hanyalah 2 hal, yakni guru dan siswa. Sehingga Ketika 2 hal
tersebut dikelola bagus, maka Lembaga akan menjadi bagus
7. Pada zaman
dahulu orang Ketika ingin mondok di sebuah pesantren yang dilihat adalah
keahlian kelimuan di pesantren tersebut sehingga pilihan itu menjadi cerminan
keingingan bidang apa yang ingin dikuasainya, seperti contoh:
a. Bidang Bahasa atau qawaid, KH Makhrus,
pesantren Lirboyo kediri
b. Tasawuf, KH Hamid pasuruan, dan KH
Kholil bangkalan
c. Fikih, KH As’ad samsul Arifin, asembagus
d. Hadits, KH Abdullah faqih, langitan Tuban
e, al-qur’an dan pemikiran Islam, KH Hasyim
Asyari, Tebuireng Jombang
f. dan lain sebagainya
model-model pendidikan itu sebenarnya juga
sama dipakai di Amerika Serikat, seperti:
a.
Hukum, Harvard university
b.
Pendidikan, Oregon
c.
Ekonomi, Brackley
d.
Dan lain sebagainya
Dengan demikian sejatinya model Pendidikan
pesantren di indoensia itu manjadi role model dalam pengembangan
keilmuan pesantren
8. Dalam
penyelesaian disertasi yang berkenaan dengan menulis isi disertasi lebih
efektif dengan mengedepankan rasa atau hati dibanding dengan otak atau pikir .
karena jika dikedepankan otak atau pikir dulu maka berakibat dalam penyusunan isi
disertasi kita akan merasa tidak sempurna terus sehingga tidak selesai selesai.
Oleh karena itu jika isi tulisan keluar dari rasa atau hati itu akan mengalir
dengan sendirinya dan disertasinya bisa selesai. Sehinggga hati itu jangan
dibelenggu oleh sesuatu yang membuat tidak berkembang akibat perasaan dalam
diri kita sendiri. Seperti maqolah berikut bisa menjadi renungan bagi kita
semua, yakni:
العلم فى الصّدور
Ilmu
terdapat di dalam hati
Demikian sedikit uraian isi dari perkuliahan
Bersama prof. Imam Suprayogo, semoga bermanfaat. Jika ada kekurangan harap dimaklumi
dan kami mengharap kritikan yang membangun.
والله اعلم بالصّواب