Assalamu'alaikum Wr.Wb.

selamat bergabung di blog kami, semoga enjoy dan bermanfaat.

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

selamat bergabung di blog kami, semoga enjoy dan bermanfaat.

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

selamat bergabung di blog kami, semoga enjoy dan bermanfaat.

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

selamat bergabung di blog kami, semoga enjoy dan bermanfaat.

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

selamat bergabung di blog kami, semoga enjoy dan bermanfaat.

Showing posts with label serba serbi. Show all posts
Showing posts with label serba serbi. Show all posts

Saturday, February 27, 2021

Peran perpustakaan pesantren dalam membangun literasi dikalangan santri

Pada hari Sabtu, 27 Februari 2021, Perpustakaan STAI Ma'hadAly Al Hikam Malang mengadakan webinar dengan tema "membangun negeri dengan literasi (peran dan kiprah perpustakaan dalam membangun literasi di Era Pandemi)". Sedangkan pemateri dalam acara webinar tersebut antara lain:

1. Dr. Karkono, S.S., M.A. (Pakar Literasi Media Nasional)

2. Moh. Safii S.Kom, M.Hum (Dosen Prodi iImu perpustakaan Universitas Negeri Malang)

3. Zaedun Na'im, M.Pd.I ( Kaprodi Manajemen Pendidikan Islam STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang)



Dalam kesempatan itu saya menyampaikan tema pembahasan sesuai judul diatas, beberapa hal yang saya sampaikan sebagaimana dibawah ini

Pentingnya Literasi?

Perkembangan suatu bangsa sangat ditentukan salah satunya sejauh mana penelitian memperoleh perhatian besar dari pemerintah dan masyarakat bangsa tersebut. Berbagai literatur menyebutkan bahwa tidak ada satu negara maju di dunia yang berhasil dalam pembangunan tanpa didukung oleh kegiatan penelitian. Melalui penelitian, maka segala masalah atau potensi yang ada selama proses pembangunan berlangsung dapat diketahui untuk selanjutnya diolah dan diambil kebijakan. ( Mudjia Raharjo, 2010)

Dari hasil penelitian tentunya diperlukan literasi atau menuangkan hasil penelitian dalam bentuk tulisan sehingga bisa diketahui oleh khalayak umum dan ini tentunya butuh skill dan pemahaman dalam hal tata tulis secara akademisi

Definisi, Peran dan tujuan perpustakaan

Definisi

Menurut UU Perpustakaan pada Bab I pasal 1 menyatakan Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan.

Peran

Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisir secara baik dan sisitematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di Lembaga pendidikan tempat perpustakaan tersebut berada

Tujuan Perpustakaan

Tujuan perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melalui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka: 
a. Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesinambungan; 
b. Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik; 
c. Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik;
 d. Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemampuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia; 
e. Dapat meningkatkan tarap kehidupan sehari hari dan lapangan pekerjaannya; 
f. Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa; 
g. Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.
Arti penting Perpustakaan bagi Pesantren
Merupakan aset berharga bagi pesantren karena sebagai jendela dunia dalam menimba ilmu pengetahuan
Pepustakaan menjadi tempat rujukan dalam pencarian literatur-literatur ilmu pengetahuan yang ingin dipelajari
Menjadi tempat santri untuk menemukan jawaban permasalahan ilmu pengetahuan melalui penggalian data secara mendalam dengan literatur-literatur yang ada di perpustakaan
Perpustakaan di pesantren menjadi mercusuar keilmuan pesantren
Menggiatkan literasi santri melalui pemanfaatan perpustakaan

Perpustakaan sebagai wadah bagi santri untuk pengembangan diri melalui literasi, sehingga perlu didorong dengan berbagai kegiatan, seperti:
-Diskusi ilmiah dengan sudut pandang berbagai displin keilmuan dan hasilnya didokumentasikan berupa artikel ilmiah
-Terjemah buku literatur Bahasa asing
-Pembuatan makalah di perpustakaan
-Resensi buku dan diuploud di web atau sosmed
-Membuat buku baik solo ataupun kolaborasi
-Riset litetarur berkenaan tema-tema tertentu
Dengan kegiatan-kegiatan tersebut akan mendorong santri untuk berpikir lebih logis dan sistematis, sehingga itu bisa menjadikan kerangka berpikirnya lebih maju untuk memasuki tantangan kehidupan berbangsa dan bisa mengembangkan literasi lebih baik lagi

Agar literasi bisa berjalan dengan baik dibutuhkan pengelolaan literasi atau manajemen literasi yang mengacu pada 4 fungsi manajemen, yakni:
-Perencanaan, bagaimana santri merencanakan apa yang akan menjadi bahan untuk ditulis
-Pengorganisasian, untuk mendukung kegiatan literasi butuh mengumpulkan referensi-referensi baik offline berupa cetak, seperti buku, kitab, dll maupun online, seperti jurnal online, dll
-Pelaksanaan, tahap yang harus dilakukan dalam menuangkan gagasan melalui tulisan secara bertahap dan konsisten
-Evaluasi, lakukan review atas apa yang sudah ditulis sehingga akan menguatkan isi dalam tulisan tersebut baik secara tata bahasa maupun kedalaman isi tulisan tersebut
Sehingga manajemen literasi dibutuhkan bagi santri agar bisa menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi pesantren khususnya dan bagi umat manusia

semoga bermanfaat











Sunday, February 21, 2021

Webinar HM MPI STAIMA Al-Hikam Malang

Pada hari Ahad, 21 Februari 2021, himpunan mahasiswa Prodi MPI yang bekerjasama dengan PC.IPPNU Kab. Malang mengadakan acara webinar nasional  yang bertajuk  'dilema rebahan dan dilema daring bagi kalangan millenal di era pandemi. Pada acara tersebut di isi oleh 3 pemateri, yaitu:
1. Dr. Wahyudi Widodo, M.BA, M.Pd.I
2. Dr. Noer Rohmah, M.Pd.I
3. Nuriyatul Hidayah, S.Pd.I
Sebelum penyampaian materi oleh Nara sumber, di awali dengan opening speech oleh saya sendiri, selaku kaprodi MPI, beberapa point penting yang disampaikan:
A. Ucapan apresiasi kepada  seluruh pengurus HM MPI dan panitia atas terselenggaranya acara webinar ini
B. Tema ini menunjukkan bentuk keluh kesah atau fenomena dalam kondisi era pandemi bagi kalangan millenal, dan ini bisa menjadi ruang bagi mahasiswa untuk dilakukan penelitian, baik secara kualitatif dengan penggalian data permasalahan secara mendalam maupun secara kuantitatif dengan adanya sebab akibat yang diawali oleh hipotesa penelitian. Sehingga hal itu akan menjadi sebuah temuan dan khazanah keilmuan bagi mahasiswa
C. Sebagai bentuk luaran atau produk dari acara webinar ini saya mengadakan kegiatan nulis bersama dengan melibatkan semua mahasiswa STAIMA Al Hikam yang tertarik untuk bergabung menulis. Dan hasil tulisan tersebut nantinya akan saya terbitkan menjadi sebuah buku, sehingga bisa menambah referensi bacaan bagi kalangan akademik
D. Semoga materi yang disampaikan oleh Nara sumber menjadi pencerah bagi kalangan millenal terutama para mahasiswa dalam menyikapi kondisi pandemi yang dituntut juga untuk tetap menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa, yakni mengikuti perkuliahan secara daring
E. Semoga kegiatan webinar ini bisa bermanfaat bagi kita semua, amiin

Saturday, February 20, 2021

komunitas Nulis Bersama

Komunitas ini bagian dari ikhtiar kami agar bisa mengajak para akademisi, baik dosen, mahasiswa maupun lainnya agar bisa berkarya dalam bentuk buku khususnya yang bisa dilakukan secara bersama sama, sehingga bisa sebagai wadah aspirasi dan ide atau gagasan perihal permasalahan kekinian atau pengalaman-pengalaman pribadi yang dikaitkan dengan keilmuan tertentu.

Dengan hadirnya komunitas ini bisa lebih menggugah semangat bagi akademisi pendidikan dalam berliterasi yang terdokumentasikan dalam sebuah karya buku sehingga bisa dinikmati oleh para pembaca sebagai khazanah ilmu pengetahuan. semoga kominitas ini bisa bermanfaat bagi semuanya dan mohon dukungan dari para pembaca semuanya

Malang, 20 Februari 2020





Monday, February 15, 2021

GERAKAN MENULIS BERSAMA MAHASISWA

 


Bertepatan pada hari ini, Senin 15 Februari 2021, saya berinisiasi membuat suatu komunitas group menulis buku dari kalangan mahasiswa STAI Ma’had Aly Al-Hikam Malang baik dari program studi PAI, MPI maupun PGMI dan berbagi pengamalan tentang tulis menulis buku dengan mereka melalui virtual zoom pada pukul 13.00 wib.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan potensi dari dalam diri mahasiswa agar kreatif dan inovatif yang dituangkan dalam bentuk tulisan sehingga menghasilkan sebuah karya buku. Oleh karenanya dengan kegiatan tersebut akan terbangun kerangka berpikir yang sistematis terhadap suatu gagasan atau ide ide dalam pikiran mahasiswa yang diperoleh dari pengalaman pribadi atau menyikapi fenomena fenomena yang terjadi pada kondisi terkini yang disusun rapi melalui sebuah tulisan

Selain itu juga berpikir analisis kritis dari mahasiswa akan terbentuk pula melalui analisa dalam isi buku tersebut yang dikaitkan dengan pengalaman pribadi maupun sumber-sumber referensi yang relevan. Sehingga gagasan atau ide tersebut ketika dituangkan dalam tulisan berupa sebuah buku, maka itu akan memahamkan bagi pembaca dengan uraian isi atau konten buku tersebut baik secara aktual maupun faktual.

Dengan demikian ketika mahasiswa mampu menyusun tulisan hinga menghasilkan sebuah karya buku, maka akan diperoleh manfaat besar bagi mahasiswa, yakni terbentuknya mahasiswa berpikir sistematis dan kritis analisis. Semoga dengan terbentuknya komunitas ini bisa bermanfaat bagi mahasiswa dan saya secara pribadi dan sekaligus saya hanya sebagai fasilitator dalam kegiatan ini.


Foto kegiatan sharing menulis buku



Sunday, February 7, 2021

NAHDLATUL ULAMA (NU): Dari, Oleh Dan Untuk Umat Islam Serta Dunia

 


Penulis mengangkat judul diatas, ingin mengajak kepada para pembaca untuk kembali merenungi dan menyikapi keberadaan Nahdlatul Ulama’ (NU) sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang dalam hal ini bisa kita lihat semisal dari sisi sejarah, bagaimana kiprah Nahdlatul Ulama’ melalui santri-santri  pondok pesantren ikut bersama-sama dengan para pejuang dalam merebut kemerdekaan negeri ini dari penjajah, dan dari sisi persoalan kemaslahatan umat, bagaimana NU ikut dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama melalui sosialisasi dan himbauan untuk mengedepankan sikap toleransi antar umat beragama dan melalui Kementerian Agama saat ini pula ramai diperbincangkan akan pentingnya gerakan moderasi beragama, dan hingga kiprah NU dikancah dunia internasional yang ikut berkontribusi dalam mendukung dan menjaga perdamaian dunia dan lain sebagainya

Nahdlatul Ulama’ adalah jam’iyah yang didirikan oleh hadratus syaikh KH. Hasyim Asyari dan KH. Wahab Hasbullah serta para Kiai pengasuh pesantren. Dan tujuan didirikannya NU ini diantaranya adalah: 1) memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam ahlus Sunnah wa al-jama’ah yang menganut pola empat madzhab empat: imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’I dan Imam Hambali, 2) mempersatukan langkah para ulama dan pengikit-pengikutnya, dan 3) melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa dan ketinggian harkat serta martabat manusia (Tim PWNU Jatim 2007, 1)

Nahdlatul Ulama’ merupakan jam’iyah yang berhaluan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, dan ciri utama Aswaja NU adalah sikap tawassuth dan I’tidal (tengah-tengah dan atau keseimbangan). Yakni selalu seimbang dalam menggunakan dalil, antara dalil naqli dan dalil aqli, antara pendapat Jabariyah dan Qadariyah dan sikap moderat dalam menghadapi perubahan dunyawiyah. Dan dalam masalah fiqh sikap pertengahan antara “ijtihad” dan “taqlid buta”, yaitu dengan cara bermazhab. Ciri sikap ini adalah tegas dalam hal-hal yang qath’iyyat dan toleran dalam hal-hal zhanniyyat. (Tim PWNU Jatim,2007, 3)

           Segala permasalahan yang menimpa bangsa Indonesia juga ikut menjadi perhatian NU, oleh karenanya dalam kaitan ini, Nahdlatul Ulama’ mendasari dengan empat semangat: a) ruhut tadayyun (semangat beragama yang dipahami, didalami dan diamalkan, b) ruhul wathaniyah ( semangat cinta tanah air), ruhut ta’addudiyah ( semangat menghormati perbedaan), dan d) ruhul insaniyah (semangat kemanusiaa). Keempat semanagat itu NU selalu melekat dan terlibat dalam proses perkembangan Indonesia ( Tim PWNU Jatim,2007, 47-48)

           Dalam tataran praktis dalam prinsip-prinsip NU yakni prinsip tawasuth, tawazun, I’tidal serta tasamuh (toleransi), oleh KH Ahmad Siddiq  dalam buku Hujjah NU (2008: 9-11) menjelaskan bahwa kesemuanya itu dapat diwujudkan dalam beberapa hal, yakni:

1.   Akidah

a.      Keseimbangan dalam penggunaan dalil ‘aqli dan dalil naqli

b.      Memurnikan akidah dari pengaruh luar islam

c.       Tidak gampang menilai salah atau menjatuhkan vonis syirik, bid’ah apalagi kafir

2.   Syari’ah

a.     Berpegang teguh pada al-Qur’an dan hadis dengan menggunakan metode yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah

b.      Akal baru dapat digunakan pada masalah yang tidak ada nash yang jelas ( sharih/qath’i)

c.       Dapat menerima perbedaan pendapat dalam menilai masalah yang memiliki dalil yang multi-interpretatif (zhanni)

3.   Tashawwuf/akhlak

a.   Tidak mencegah, bahkan menganjurkan usaha memperdalam penghayatan ajaran Islam, selama menggunakan cara-cara yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum Islam

b.      Mencegah sikap berlebihan (ghuluw) dalam menilai sesuatu

c.  Berpedoman kepada Akhlak yang luhur. Misalnya sikap saja’ah atau berani ( antara penakut dan ngawur atau sembrono), sikap tawadlu’ (antara sombong dan renah diri), dan sikap dermawan (antara kikir dan boros)

4.   Pergaulan antar golongan

a.    Mengakui watak manusia yang senang berkumpul dan berkelompok berdasarkan unsur pengikatnya masing-masing

b.      Mengembangkan toleransi kepada kelompok yang berbeda

c.       Pergaulan antar golongan harus atas dasar saling menghormati dan menghargai

d.     Bersikap tegas kepada pihak yang nyata-nyata memusuhi agama Islam

5.   Kehidupan bernegara

a.  NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) harus tetap dipertahankan karena merupakan kesepakatan seluruh komponen bangsa

b.    Selalu taat dan patuh kepada pemerintah dengan semua aturan yang dibuat, selama tidak bertentangan dengan ajaran agama

c.       Tidak melakukan pemberontakan atau kudeta kepada pemerintah yang sah

6.      Kebudayaan

a.  Kebudayaan harus ditempatkan pada kedudukan yang wajar. Dinilai dan diukur dengan norma dan hukum agama

b.  Kebudayaan yang baik dan tidak bertentangan dengan agama dapat diterima, dari manapun datangnya. Sedangkan yang tidak baik harus ditinggal

c.  Dapat menerima budaya baru yang baik dan melestraikan budaya lam yang maish relevan ( almuhafazhah ‘alu al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al jaded al-ashlah)

7.   Dakwah

a.   Berdakwah bukan untuk menghukum atau memberikan vonis bersalah, tetapi mengajak masyarakat menuju jalan yang dirihai Allah SWT

b.  Berdakwah dilakukan  dengan tujuan dan sasaran yang jelas

c.    Dakwah dilakukan dengan petunjuk yang baik dan keterangan yang jelas, disesuaikan dengan kondisi dan keadaan sasaran dakwah

           Dari uraian sekilas tentang organisasi Nahdlatul Ulama’ (NU) di atas jika dikaitkan dengan judul diatas, maka bisa penulis uraikan dibawah ini:

             Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi basis jama’ahnya dari kalangan kaum muslimin yang berhaluan ahlusunnah wal jama’ah, sehingga amaliah-amaliah keagamaan yang ada di kaum nahdliyin sudah bisa dikenali dan membudaya, seperti contoh tahlilan, dan acara acara hajatan lainnya. Jama’ah dari kumpulan kaum nahdliyin tersebut dipimpin oleh yang namanya seorang kyai. Sehingga peran serta kyai dalam meluruskan dan membimbing sangat besar bagi kaum nahdliyin. Dan berdirinya Nahdlotul Ulama’ juga tidak lepas dari para kyai, baik sumbangsih berupa pikiran, tenaga ataupun yang lainnya

           Nahdlatul Ulama (NU) didirikan oleh para ulama’ yang dalam hal ini oleh hadratus syaikh KH. Hasyim Asyari, dan KH. Wahab Hasbullah. Dan tentunya tidak lepas atas dukungan dan peran serta para pengasuh pondok pesantren negeri ini.  Dengan tekad bulad dan keteguhan hati bisa mendirikan sebuah organisasi yang bisa menjadi wadah dalam pembinaan dan berkembangnya kaum muslimin di negeri ini.

           Hadirnya jam’iyah Nahdlatul ‘Ulama’ untuk kemaslahatan semua umat, baik bagi kaum nahdliyin maupun kaum muslimin secara umum dan juga kepada antar umat beragama baik di Indonesia maupun luar negeri. Untuk kalangan kaum nahdliyin, hadirnya NU bisa memberikan petunjuk yang jelas berkenaan amaliyah agama semisal perihal ubudiyah, artinya NU sudah jelas memberikan panduan untuk amaliyah agama menganut salah satu empat madzhab dan amaliah amaliah lainnya. Disamping itu Nu juga sudah jelas memberikan arahan terkait perbedaan pemikiran di antara umat muslim dengan memberikan arahan untuk bersikap saling menghormati, sehingga adanya perbedaan di antara kaum muslim tidak menjadi persoalan besar asal masih dalam koridor tidak bertentangan dengan syariat Islam.

           Kemudian berkenaan dengan hadirnya NU untuk semua umat khususnya bagi non muslim di negeri ini, NU juga sudah jelas memberi arahan agar bersikap tasammuh (toleransi) kepada penganut kepercayaan agama lain, sehingga kerukunan umat Beragama tetap terjaga, ini jika dilihat dalam skala kecil. Dan jika dilihat skala besar dalam dunia internasional, NU juga memberikan sumbangsih besar terhadap terwujudnya perdamain dunia. Di dalam buku jembatan Islam-Barat (2015: 245), dijelaskan bahwa semasa kepemimpinan KH. Hasyim Muzadi NU membentuk wadah internasional yang bernama internasional conference of Islamic scholars (ICIS) yang berarti “konferensi internasional cendekiawan Islam”. KH Hasyim Muzadi memposisikan ICIS dan NU sebagai inspirator keadilan dan perdamaian dunia. Dengan kata lain, lewat ICIS, NU akan melakukan globalisasi nilai nilai Islam rahmatan lil’alamin, dengan sikap moderat, adil, tawazun (seimbang) dan toleran.

           Melalui tulisan ringkas ini semoga bisa bermanfaat dan menjadikan kita semakin mantap dan yakin bergabung dalam wadah jam’iyah Nahdlatul Ulama’ yang telah banyak memberikan kemanfaatan bagi umat dalam kehidupan sehari-hari.

          

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Abdusshomad, Muhyudin. Hujjah NU (Surabaya, Khalista, 2008)

Syarkun, Mukhlas dan Moh. Arifin. Jembatan Islam-Barat. (Jogjakarta: PS, 20015)

TIM PWNU Jawa Timur. Aswaja An-Nahdliyah. ( Surabaya: Khalista, 2007)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saturday, February 6, 2021

SPIRIT OF DOKTOR

 


Pertanyaan yang sering lontarkan kepada orang yang baru atau sudah lama lulus dari jenjang perkuliahan magister biasanya adalah apa mas atau mbak atau bapak atau ibu tidak ingin melanjutkan perkuliahan sampai ke jenjang doktoral? dan jawabanya kalau ditanya seperti itu maka jawabannya tentunya sangatlah beragam, namun rata-rata jawabannya seperti ini, ya ingin sekali melanjutkan kuliah doktoral tapi belum ada biayanya, belum siap lanjutin kuliah karena udah lulus sampai magister saja udah cukup dan untuk mikir tugas-tugas kuliah lagi undah berat rasanya, repot udah berkeluarga dan masih banyak lagi jawaban atas pertanyaan tersebut yang tidak bisa saya uraikan semuanya.

            Berkenaan dengan hal tersebut, persoalan utama sebenarnya adalah tergantung kepada ketekadan dan niatan serius kita untuk melanjutkan kuliah atau tidak, jika tidak maka akan terasa berat sekali bisa terlaksana. Oleh karena itu tulisan ini mencoba membuka mind seat dan gambaran akan perlu dan pentingnya kuliah di jenjang doktoral, dengan bahasa yang ringan dan mengalir berdasarkan pengalaman penulis dan informasi serta sepengetahuan penulis dari beberapa orang yang juga udah kuliah di jenjang doktoral. Tulisan ini diangkat bukan penulis bermaksud dengan niat takabbur (sombong) namun hanya berbagi pengalaman dan penulis juga masih jauh dari orang-orang yang berpengalaman dan masih perlu terus banyak belajar lagi lebih-lebih mengingat penulis juga melanjutkan kuliah doktoral baru semester ganjil (pertama) pada tahun 2020.

            Dalam merangkai tulisan ini penulis membaginya dalam beberapa sub bahasan atau dalam bentuk key words ( kata kunci) beserta diskripsinya agar lebih tersistematis dan mudah memahaminya dari judul tulisan yang penulis angkat “ spirit of doktor”. Tema ini diambil untuk menggugah dan memberi semangat kepada kita semua sebagai generasi penerus bangsa akan perlu dan pentingnya melanjutkan perkuliahan sampai jenjang doktor. Berikut uraiannya:

 

NIAT

            Niat merupakan pondasi awal dan dasar yang perlu diluruskan bagi seseorang yang akan melakukan rencana ataupun aktivitas apapun, termasuk bagi yang akan melanjutkan studi jenjang doktor. Hal ini penting karena ketika kita salah niat, maka itu berimplikasi kepada apa yang kita peroleh yang bisa berupa banyak hal seperti akan kecewa tidak sesuai harapan dan adanya penyesalan di akhir studi. Sebagai seorang muslim, sudah tentu tahu dan hafal maqolah berkenaan dengan niat, yakni “innamal a’malu bin niat” yang artinya amal perbuatan tergantung pada niatnya. Ini menunjukkan amal atau apapun aktivitas yang kita lakukan harus dilandasi dengan niat yang tulus dan tepat, agar menjadi keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan perbuatan atau aktivitas yang kita lakukan. Misal saja ketika kuliah dengan niatan hanya agar dapat ijazah saja atau supaya gagah-gagahan karena bisa kuliah sampai jenjang program doktoral, sehingga dalam perkuliahan yang dipikirkan butuhnya hanya ijazah saja dan berakibat dia tidak serius dalam menuntut ilmu dan cenderung hanya asal asalan, asal masuk kuliah, asal nugas dan lainnya, sehingga tidak optimal dalam perkuliahannya dan hanya ingin dipuji saja dan ditambah lagi tidak ada nilai pahalanya. Hal Itu berbeda jika niatnya dalam kuliah doktoral benar-benar niat untuk menuntut ilmu dan ditambah lillahi ta’ala (karena Allah SWT) itu akan menjadikan kita memang benar benar serius untuk mengikuti perkuliahan dan bernilai pahala dari perkuliahan yang kita lakukan, serta punya keinginan untuk bisa menyebarkan ilmu yang kita perolah kepada masyarakat luas agar ilmu kita bisa manfaat dan bertambah.

            Dari niat ini akan melahirkan keseriusan sehingga ini akan mampu menggerakkan kita baik dari segi pikiran maupun jiwa kita dalam melakukan apa yang menjadi keinginan  dan akan terus berupa dengan bekerja keras sampai berhasil, sehingga niat memiliki kekuatan besar dalam menggapai apa yang dicita-citakan oleh kita

Dan tidak lupa, kita harus selalu memperbaharui niat setiap saat, karena dalam perjalanan waktu tidak bisa dipungkiri dan kadangkala kita tidak sadar niat yang sudah kita tata sebelumnya itu bisa berubah, sehingga sangat perlu sekali kita upgrade terus niat di dalam hati agar kita tidak salah niat dan menyimpang.

TEKAD KUAT DAN BIAYA

            Untuk bisa kuliah sampai program kuliah doktor itu perlu tekad kuat karena tentunya tidak semata mata biaya saja yang menjadi pertimbangan utama, namun juga kesiapan mental kita dalam mengenyam perkuliahan program doktor artinya kita harus siap secara materiil maupun immateriil. Materiil berupa biaya yang cukup untuk menempuh perkuliahan jenjang doktor karena ini juga tidak sedikit dan immaterial berupa kesiapan mental berupa daya pikir dan aspek piskologis dalam menjalani perkuliahan jenjang doktor. Karena dalam perkuliahannya tentunya berbeda dengan program perkuliahan sebelumnya yakni program magister dan sarjana, sebab kita dituntut lebih kritis dalam berbagai hal, seperti ketika berdiskusi, membuat makalah, dan lain sebagainya dan tentunya siap secara psikologis mengikuti perkuliahan karena ketika orang tahu bahwa kita kuliah jenjang doktor kita dianggap udah hebat dan luar biasa bisa mengeyam kuliah sampai jenjang doktor dan juga nantinya ketika menyandang predikat doktor jika mampu menyelesaikan studinya, maka  kita dianggap sudah mumpuni dibidangnya. dan ini juga tidak pekerjaan mudah karena gelar doktor merupakan gelar tertinggi dalam jenjang perkuliahan di perguruan tinggi.

            Tekad kuat ini juga bisa menjadi pendorong kita bisa melanjutkan kuliah sampai doktor yang sangat berpengaruh. Jika kita tidak ada tekad kuat biasanya akan mundur, karena kebanyakan yang dipikirkan adalah kesiapan masalah pembiayaan. Faktor biaya termasuk bagian juga penting disamping faktor lainnya, sehingga dalam hal ini lebih menyarankan memang perlu dipersiapkan dan diupayakan yang sudah punya usaha paling tidak untuk perbulannya bisa disisihkan dan di tabung dan kira kira 6 bulan terkumpul cukup untuk membayar perkuliahan satu semester

            Pengalaman secara pribadi, saya melakukan perhitungan atau kalkulasi untuk menyisakan dari hasil usaha atau pekerjaan saya tiap bulannya kira-kira cukup untuk membayar satu semester dalam waktu 6 bulan dan saya belum memikirkan untuk biaya ujian terbuka dan tertutup nantinya dan disini faktor tekad kuat saya coba praktikkan, artinya ketekatan melanjutkan perkuliahan walaupun dalam keterbatasan biaya

            Dan saya berkhusnudzon (berprasangka baik) untuk yang akan datang ketika untuk pembiayaan ujian akhir nanti kalau udah ada rezeki insya Allah nanti juga pasti ada. Selain itu saya memiliki ikhtiar lain yakni akan mencoba ikut beasiswa penyelesaian studi (program afirmasi) yang biasanya diselenggarakan oleh Diktis  (Pendidikan Tinggi Islam) KEMENAG setiap tahun. Artinya usaha untuk mencari solusi terkait pembiayaan pasti ada jalan keluar, tinggal kita mau berusaha atau tidak.

            Jadi, persoalan biaya itu bukan jadi alasan utama menjadi penghalang untuk bisa melanjutkan kuliah, karena banyak program beasiswa yang tersedia melalui lembaga-lembaga pemerintah, seperti beasiswa LPDP dari kemenkeu, beasiswa afirmasi dan beasiswa 1000 doktor dari kemenag dan yang lainnya, artinya tinggal ada kemauan usaha serius atau tidak. Disisi lain sebenarnya kita tidak juga mengandalkan program beasiswa karena seleksinya juga termasuk ketat namun disini juga tekad kita dalam jalur mandiri dengan mengupayakan biaya perkualihan sendiri dengan cara bekerja keras dalam menyisihkan uang bulanan hasil kerja atau usaha pendapatan kita sehingga bisa dibuat peruntukannya untuk membiayai perkuliahan.

MOTIVASI

            Motivasi memiliki manfaat besar bagi yang ingin melanjutkan kuliah jenjang doktor, karena ketika dengan motivasi bisa mendorong apa yang menjadi keinginan kita tercapai dan juga bisa menghadirkan semangat tinggi ketika menjalani perkuliahan. Sebaliknya jika kita tidak memiliki motivasi, maka bisa berdampak ketika mengikuti perkuliahan menjadi bad mood ( tidak tertarik) dan sulit pula menyelesaikan kuliah doktor tepat waktu.

            Motivasi yang sangat berperan pada diri kita adalah motivasi instrinsik, yakni motivasi dari dalam diri kita sendiri, itu dikarenakan jika di dalam diri kita sudah ada motivasi, maka akan muncul rasa kesadaran dan semangat yang tinggi, hal itu membuat kita mudah menggerakkan semua organ tubuh, pikiran dan lainnya untuk mencapai apa yang kita inginkan. Motivasi instrinsik didapat dengan memompa dalam diri kita untuk bersemangat dan berupa sekuat tenaga atau juga bisa melihat dan mengambil hikmah dan manfaat dari kesuksesan orang lain dan menjadikannya inspirasi. Selain itu juga semangat bisa lahir dari motivasi ekstrinsik (motivasi dari luar) dan itu merupakan tambahan dan bisa menjadi penguat motivasi kita namun masih kurang kuat pengaruhnya dibanding dengan pengaruh dari dalam diri kita. Hal itu karena kita masih perlu disemangati oleh orang lain. Motivasi ekstrinsik didapat dari nasehat-nasehat orang-orang disekitar kita bisa orangtua, saudara, teman dan lain sebagainya.

KETEKUNAN

            Ada orang yang mengatakan, sebenarnya seseorang itu tidak pintar namun yang menjadikan dia berhasil karena dia tekun, seperti tekun mau membaca, belajar dan sebagainya. Artinya ketekunan juga penting bagi yang kuliah doktoral, karena dengan ketekunan pekerjaan bisa berhasil walaupun tahap demi tahap. Dengan ketekunan itu merupakan skills yang tidak semua dimiliki orang. Ada tipe orang yang tidak tekun namun dia pintar, seperti orang ketika belajar dengan waktu cuma sebentar atau bahkan jarang belajar namun sudah bisa paham dan menguasai, namun juga ada tipe orang yang butuh waktu lama dan ketekunan, seperti orang yang belajar terus menerus dengan butuh waktu lama dan penuh ketekunan baru bisa memahami apa yang dipelajari

            Dengan demikian ketekunan itu bisa mematahkan anggapan bahwa hanya orang pintar saja yang bisa berhasil, namun walaupun orang tersebut tidak pintar asal jika belajarnya penuh dengan ketekunan, maka ia juga bisa menjadi orang yang berhasil. Untuk mewujudkan tercapainya ketekunan dibutuhkan keistiqomahan, karena ketekunan butuh proses waktu yang lama dan keajegan bagi yang melakukan.

            Sifat tekun tentunya tidak mudah diperoleh, butuh proses lama dan perjuangan keras, baik waktu maupun pikiran dan tentunya dilandasi niat yang kuat, maka ketekunan itu akan bisa berhasil

OPTIMIS

            Sifat optimis harus selalu kita hadirkan dalam hati dan pikiran kita, agar apa yang inginkan dalam kelancaran perkuliahan doktoral bisa menjadi ringan dan lancar. Hal ini karena dengan dorongan sifat optimis kita akan selalau memiliki rasa percaya diri tinggi untuk menyelesaikannya asal juga diimbangi dengan ikhtiar yang kuat. Artinya tidak hanya modal optimis saja namun tidak diimbangi dengan ikhtiar maka menjadi nonsense (percuma)

Oleh karena itu  jika selalu menghadirkan sifat optimis apapun target yang ingin dicapai dalam perkuliahan, seperti selesainya tugas makalah dan harus submit di jurnal nasional maupun internasional, maka hal itu menjadi ringan dikerjakan dan punya semangat mengerjakannya

            Dan yang penting lagi harus optimis bisa menyelesaikan studi doktor bisa tepat waktu atau tidak molor berlama-lama dalam penyelesaian studinya. Karena yang menjadi momok bagi orang yang kuliah doktor adalah tugas akhir atau penyelesaian disertasinya, sehingga jika kita pupuk sifat optimis secara mendalam maka semangat untuk menyelesaikan disertasi menjadi meningkat dan menjadi ringan ketika mengerjakannya.

 

HOTS ( Higher order thinking skills)

            Point ini butuh ekstra ordinary tingkat tinggi, bagaimana tidak, dalam perkuliahan jenjang doktoral itu menjadi suatu keharusan sebelum melangkah pada puncaknya dalam mengerjakan tugas akhir disertasi.

            Dalam setiap perkuliahan kita secara tidak sadar akan dipacu berpikir keras dalam diskusi-diskusi kecil hingga yang berupa karya tulis ilmiah. Apa lagi pada era saat ini, hampir seluruh pembelajaran di mata kuliah mengharuskan makalahnya bisa submit dan tembus di jurnal nasional terakreditasi minimal sinta 2, dan ini tidak mudah karena secara persyaratan cek plagiasi tidak boleh melebihi 20 % sehingga analisis mendalam dalam pemikiran penulis yang sangat harus ditampakkan.

            Dengan demikian bagi seseorang yang hendak melanjutkan studi jenjang doktor harus benar-benar siap tancap gas dan mengerahkan daya pikir keras dalam perkuliahan. Berpikir HOTS sudah menjadi keharusan dan pembiasaan dalam studi jenjang doctoral menggambarkan bahwa perkuliahan pada jenjang ini tidak sembarangan dan berupaya keras mencetak lulusan yang berpikir kritis dan mendalam dalam menyikapi perkembangan dunia pendidikan pada masanya

 



KEILMUAN

            Yang paling fundamental dalam melanjutkan kuliah hingga jenjang doktoral adalah keilmuan yang di ambil bisa memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan keilmuan dan bisa memberikan manfaat terhadap disiplin keilmuanyang ditekuni

            Dengan keilmuan yang didalami maka seseorang yang menempuh jenjang doktoral akan tergugah dan tergerak akan menggali lebih dalam keilmuan yang ditekuninya sehingga lulusan doktoral itu memang benar benar bisa diakui keilmuannya.

            Recognisi (pengakuan) publik ini diperlukan mengingat pada tataran jenjang doktor tentunya kapasitas keilmuannya sudah lebih mendalam dibanding pada jenjang sebelumnya, sehingga keilmuan ini mutlak benar-benar di kuasainya oleh lulusan doktor. Dengan demikian kapasitas sebagai doktor ini benar-benar bisa diakui dan dibuktikan pada publik

            Dan ini merupakan tantangan bagi orang yang melanjutkan jenjang doktor, bagaimana bisa menjadikan keilmuan yang diperoleh bisa dikembangkan lebih dalam ke arah pengembangan kelimuan dan menjadikan keilmuannya memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan keilmuan dunia dan melahirkan lulusan doktoral sebagai generasi penerus yang bisa melahirkan cendekiawan yang bisa ikut kontribusi dalam pengembangan suatu keilmuan tertentu.

 

TEMUAN TEORI

            Yang tidak kalah menguras daya pikir adalah bagaimana dalam tugas akhir jenjang doktor adalah ketika penyelesain disertasi dan adanya temuan teori baru dalam disertasi yang diangkat. Sehingga hal itu bukan perkara mudah karena ketika ingin menemukan teori baru dibutuhkan pemahaman yang mendalam dan wawasan luas terkait tema yang di angkat, hal itu sangat diperlukan daya literasi tingkat tinggi dan upaya keras dalam mencapainya

            Temuan teori sangat diperlukan dalam upaya pengembangan keilmuan dan tidak menutup kemungkinan besar perkembangan ilmu itu bisa mengalami banyak dinamikanya dalam perkembangan waktu dan zaman, sehingga butuh analisis kritis dalam penelaahannya

            Teori yang ditemukan diharapkan bisa menjawab persoalan baru yang berkembang dan bisa dikembangkan lagi yang pada akhirnya bisa mencul teori baru lagi juga. Dengan temua  teori tersebut akan menjadikan lulusan doctoral mendapat recognisi atas kompetensi yang dimilikinya dalam bidang keilmuan yang ditekuninya

 

DO’A

Do’a juga bagian yang tidak boleh dilupakan karena do’a ini memberikan ketengangan dan spirit dalam mengikuti jenjang program doctoral. Sebagai seorang muslim do’a sangat diperlukan agar semua urusan kita berharap dimudahkan oleh Allah SWT

Karena bagaimanapun usaha keras kita jika tanpa pertolongan dari Allah maka itu menjadi tidak berhasil, sehingga dengan do’a ini, berharap apa yang menjadi keinginan kita diridhoi dan dikabulkan oleh Allah SWT

            Ada pepatah yang mengatakan, ikhtiar tanpa do’a itu dinamakan sombong dan doa’ tanpa ikhtiar dinamakan bohong, maka ini menunjukkan do’a merupakan ciri ketaatan sebagai seorang mukmin dan merupakan cerminan bahwa manusia itu sebenarnya manusia tidak memiliki daya kekuatan kecuali atas pemberian dan anugerah dari Allah SWT

 

 

 

 

 


 

 

 

Friday, February 5, 2021

menulis buku

 mari semangat menulis buku

Sunday, December 16, 2018

Nge tem

Nge tem merupakan Istilah yang tidak lazim lagi bagi penumpang yang mau menuju ke arah jatirogo. Ya sudah bukan rahasia lagi bis yang dari bojonegoro ke jatirogo ngetem atau berhenti di depan terminal berlama lama bisa hitungan menit bahkan jam.maklum kendaraan transportasi ini merupakan kendaraan yang masih di gemari. Bisa jadi nge temnya bis akan menjadi memori bagi yang merasakan naik bis ke arahjatirogo.